“SBY Janji Kurangi Utang Pemerintah” Vs “Beli Pesawat Presiden Rp 493 Miliar, Utang RI Makin Besar”

“SBY Janji Kurangi Utang Pemerintah”

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengurangi jumlah utang pemerintah yang saat ini jumlahnya sudah mencapai Rp 1.733 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai sidang kabinet di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/9/2011).

“Presiden minta ke depan mengatur utang luar negeri, yang tidak perlu tidak dilakukan. Dan akan terus kurangi utang kita,” kata Hatta menirukan SBY.

Dalam kesempatan itu, Hatta mengatakan SBY meminta pemerintah untuk menjaga laju inflasi di 2011 di bawah 5%. Sementara untuk jangka panjang, SBY meminta agar inflasi di Indonesia bisa berada di bawah 4%.

“Untuk (inflasi) jangka panjang terutama di daerah, terkait sistem distribusi, terkait inflasi inti oleh BI, administered price dikendalikan pemerintah dan DPR dan ketiga volatile food semua ini harus mendapat perhatian sehingga inflasi bisa terus ditekan,” kata Hatta.

Soal utang, data terakhir Kementerian Keuangan menyatakan total utang pemerintah Indonesia hingga Juli 2011 mencapai Rp 1.733,64 triliun. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 9,5 triliun dibanding Juni 2011 yang sebesar Rp 1.723,9 triliun.

Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga Juli 2011 bertambah Rp 56,79 triliun.

Dan jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga Juli 2011 mencapai US$ 203,77 miliar. Naik dibandingkan per Juni 2011 yang sebesar US$ 200,52 miliar. Utang dalam dolar AS ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2010 yang sebesar US$ 186,5 miliar.

Sumber: Anwar Khumaini – detikFinance

“Beli Pesawat Presiden Rp 493 Miliar, Utang RI Makin Besar”

Jakarta – Pembelian pesawat kepresidenan senilai US$ 58 juta atau sekitar Rp 493 miliar dinilai tidak penting. Belanja pesawat ini hanya akan membuat beban utang pemerintah makin besar.

Menurut Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Khadafy, alokasi anggaran untuk pesawat kepresidenan tersebut akan sangat berarti jika dialihkan untuk anggaran kesehatan rakyat.

“Utang itu masalah pesawat kepresidenan, nggak usah beli karena akan menambah utang lagi. Itu bisa dialihkan ke dana kesehatan,” tegas Uchok dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2011).

Sebagai informasi, pemerintah berencana membeli pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 seharga US$ 58 juta. Pesawat itu akan dikirim akhir 2013 mendatang.

“(Dipakai) akhir 2013,” ujar Mensesneg Sudi Silalahi di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Sudi, Kemenkeu juga sudah menandatangani surat pembelian pesawat pada 27 Desember 2010 lalu. Harga pembelian pesawat juga sudah turun US$ 4 juta dari harganya US$ 62 juta menjadi US$ 58 juta.

Sudi menambahkan, proses pembelian pesawat sudah berlangsung lama. DPR juga sudah memberikan dukungan.

“Ternyata dengan pesawat kepresidenan lebih efektif. Jadi ini tidak untuk kita saja. Tapi kita pikirkan untuk pemerintahan yang akan datang,” kata Sudi.

Selain itu, pada kesempatan yang sama pula, Uchok menambahkan adanya kenaikan gaji pegawai justru juga menambah utang dari pengeluaran dana pensiun yang harus dikeluarkan pemerintah.

“Gaji pegawai itu merupakan utang dari dana pensiun,” pungkasnya.

Sumber: Ramdhania El Hida – detikFinance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s