Story Of “Resi Agastya”……………….

Resi AgastyaResi Agastya, adalah seorang Resi yang sangat disegani, kesaktiannya tak diragukan lagi dan atas laku tapa bratanya ia berhasil memperoleh kesaktian hidup. Tak tanggung-tanggung namanya terangkum dalam dua roman epik kuno nan sangat terkenal, Mahabharata dan Ramayana. Kesamaan dikedua roman ini adalah menyebutkan seorang Resi Agastya sebagai resi yang masyur dan tak diragukan lagi kehebatannya.

Resi Agastya adalah seorang bhagawan dalam konteks kekinian mungkin setara dengan Guru Besar dibidang kerohanian.
bagi pandangan orang-orang beragama Hindhu Dharma, tokoh-tokoh seperti Sidharta Gautama (bhuda), Agastya, Byasa, Ciwa, dan yang lain-lainnya adalah Guru yang ajarannya masuk ke sebuah kitab pengetahuan (weda dalam bahasa sansekerta). Umat sedharma sangat menghormati beliau-beliau sebagai cipataan dari tuhan yang maha esa, yang diberikan kelebihan sebagai Guru untuk menuntun umat manusia (bukan sekedar umat beragama tertentu) tetapi Manusia yang memiliki bhudi pakerti.

Pengaruh seorang Resi Agastya tak hanya mendominasi India sebagai saksi lahirnya kitab sastra kuno Mahabharata dan Ramayana. Tapi Resi Agastya berhasil menjamah tanah Jawa. Bukan hanya ia tampil sebagai tokoh pewayangan, tapi ia berhasil merasuk masuk dalam seni kehidupan masyarakat Jawa dan seluruh masyarakat Hindu dimanapun berada. Bukan hanya dalam jangka hitungan satu dua tahun, tapi melintasi lingkaran abad.

Dedikasi seorang Resi Agastya memang tak sembarangan. Dari kisah Mahabharata diceritakan juga para Pandawa dan sahabat sempat minta berkat pada Resi ini sebelum perang. Sedangkan dalam Ramayana disinggung juga Rama begitu mengikuti ajaran seorang Resi Agastya untuk memperolah kemenangan dan kemuliaan hidup. Sedangkan di tanah Jawa sendiri, Resi Agastya dikenal sebagai sosok cedekia yang bijak. Ia menjadi contoh tindak tanduk dalam masyarakat dan memberi pengajaran tentang “Dharma (kebenaran)”.

Ia seorang manusia yang disejajarkan dengan mereka para Mahadewa. Memang inilah yang belum terungkap, tapi yang pasti dedikasinya sangat besar hingga siapapun yang mengunjungi candi peninggalan Hindu pasti ia lihat arca Resi Agastya berdiri gagah menghadap selatan.

Peran Resi Agastya adalah memberi bentuk lain dan memberi bukti bahwa manusia biasa sepertinya bisa memperoleh kemuliaan hidup dengan menghikuti dharma. Jadi secara tidak seronok Resi Agastya mengkritik bahwa :

“Dharma (kebenaran) bukan hanya milik kaum ksatria, bukan hanya milik pahlawan atau raja-raja dan para pangerannya, tapi milik semua dan semua bisa mempelajari”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s